welcome to the diary....

bismillah...

Kamis, 03 Mei 2018

Tentang Anak Durhaka

Mungkin saya adalah salah satu dari sekian banyak anak durhaka di dunia ini..

Ya, dunia ini hanya mengenal istilah "anak durhaka", tidak ada istilah "orang tua durhaka"

Saya, entah mengapa saya begitu membenci kedua orang tua saya, pun saya juga tidak cocok dengan mertua yg bisa dibilang orang tua saya juga..

Tidak ada istilah "orang tua durhaka", sekalipun Ayah saya seringkali dgn bangga menceritakan pada orang lain bahwa dulu beliau pernah menceburkan saya ke selokan/got karena saya nakal, pernah menyiram saya dgn susu panas karena saya sulit makan, pernah membuat saya malu dgn berjudi di depan rumah, dan baru2 ini Ayah mengatakan saya seperti "taek, bangsat, dll"

Tidak ada istilah "orang tua durhaka", sekalipun Ibu saya tak pernah absen memukuli saya setiap saya berbuat salah dulu, berkata kasar, "anjing, bangsat, goblok, taek, busuk, jancuk, monyet, pembawa sial, dll"

Setiap Ayah memukul ibu, pasti ibu memukul saya, sampai badan saya biru2 karena memar..
Coba sebutkan bagian tubuh saya yg mana yg tidak pernah disakiti Ibu, rambut saya sering dijambak, telinga saya dijewer, badan saya dicubit, kaki saya ditendang, tangan saya dipukuli..
Ibu bilang, "Ibu blm puas hajar kamu kalau badanmu belum hancur!"

Dulu saat berumur 5 tahun, saya iseng2 mencoba lipstik yg tergeletak di ruang tamu, entah milik siapa.. Ibu begitu marah ketika melihat bibir saya berwarna merah jambu.. Ibu bilang, "Ngapain kmu pakai lipstik? Kamu pikir kamu jadi cantik kalau pakai lipstik? Kamu itu udh dari sananya jelek, ya jelek aja, gak usah dandan.. Mau jadi apa kmu pakai dandan segala? Mau jadi perek? iya? Mau jadi pelacur?! Dasar anak pembawa sial!"

Saat liburan kuliah tiba, saya pernah meminta dibelikan Martabak Terang Bulan, kata Ibu, "Gak ada martabak! Emang kamu bakal mati kalo gak makan martabak?"

Saya pernah melihat Ayah merusak pintu kamar mandi yg terbuat dari kayu, lalu memukulkan kayu itu ke arah Ibu, menonjok mata Ibu, dan berkata kasar, menampar, dsb..

Begitu byk kekerasan terjadi, tapi ingat tidak ada satupun kamus yg menyebutkan frase "orang tua durhaka"..

Beberapa minggu yg lalu, Ibu dan Ayah meminta uang, saya katakan bahwa saya tidak punya uang karena sudah 2 bulan terakhir saya tidak bekerja.. Mereka bilang, "Hey, bangsat! Taek kamu, masa' gak punya uang! Adikmu itu butuh uang! Anjing!"

Saya jadi ingat kejadian 2 tahun lalu ketika ibu berkata, "Ibu menyesal sudah kuliahin kamu, percuma, gak ada hasilnya, ibu gak dapat apa2, bangsat! Mana sini kembalikan semua uang yg sudah ibu keluarkan utk sekolahmu dari SD sampai kuliah, kembalikan uang yg ibu keluarkan utk kmu ke Turki, kembalikan uang resepsi pernikahanmu! Kembalikan, anjing! Dasar kmu itu binatang, bajingan!"

Mereka selalu menyesal karena pernah menyekolahkan saya, tetapi saya tidak membalas budi mereka di masa tuanya, sebab saya terhalang anak2 dan suami yg membuat saya tdk bisa bekerja..

Mereka selalu merasa saya adalah produk investasi yg gagal, anak durhaka yg tdk bisa diharapkan.. Selalu berkata saya ini bego dan gak punya otak.. Dokter tapi cuma jadi ibu rumah tangga..

Begitulah, physical bullying and verbal bullying sudah kenyang saya dapatkan di masa kecil saya.. Tapi tetaplah ingat baik2, bahwa tidak ada "orang tua durhaka", kalaupun orang tua berbuat salah, maka anak yg harus meminta maaf.. Aneh sekali bukan?

Jakarta, 4 Mei 2017
Reqgi First Trasia

Tidak ada komentar: